Kamis, 24 April 2014

Kesehatan Mental, Sejarahnya dan Teori-Teori Kepribadian Sehat


Apa itu Sehat?
Menurut World Kesehatan adalah suatu kondisi sejahtera jasmani, rohani, serta sosial ekonomi. Menurut paham ilmu kedokteran, kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan orang lain. Sedangkan kesehatan mental menurut Dr. Jallaludin dalam bukunya “Psikologi Agama”, kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam keadaan tenang, aman, dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin dapat dilakukan antara lain melalui penyerahan diri secara resignasi (penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan). Dari beberapa definisi diatas, kita dapat memahami bahwa orang yang memiliki ketentraman, kedamaian, selalu berada dalam keadaan tenang dan aman adalah orang yang sehat secara mental, tidak memiliki keluhan, dan tidak sakit.

Pada zaman prasejarah dahulu, ditemukan manusia purba sering mengalami gangguan mental atau fisik seperti infeksi, astritis, dll. Namun belum ada teknologi dan ilmu pengetahuan yang memadahi untuk mendiagnosa ataupun menyembuhkan penyakit pada masa itu. Penjelasan alamiah tentang penyakit mental baru pertama kali ditemukan pada zaman peradaban awal, yaitu oleh Phytagoras. Hypocrates dan Plato juga turut menyumbangkan penjelasan alamiah untuk masanya. Hipocrates beranggapan bahwa penyakit atau gangguan otak adalah penyebab dari penyakit mental, sedangkan Plato beranggapan gangguan mental adalah sebagian dari gangguan moral, gangguan fisik, dan dari dewa-dewa). Seiring perkembangan zaman, pada zaman Renaissesus di beberapa negara Eropa, para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran, dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa sakit mental berasal dari dunia takhayul.

Di era pra-ilmiah terjadi perpecahan kepercayaan mengenai gangguan mental. Pada era ini masih ada beberapa yang percaya dengan adanya faktor takhayul dalam seseorang yang memiliki gangguan mental, sedangkan beberapa lainnya sudah tidak percaya dan lebih memilih untuk menjelaskan gangguan mental dengan cara ilmiah, sehingga timbul dua kepercayaan mengenai gangguan mental; kepercayaan Animisme, dan Naturalisme.

Animisme adalah faham bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan persta dengan mantra dan kurban.

Sedangkan Naturalisme adalah faham yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda. Seorang dokter Prancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat politik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah dirantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.

Pada Era Modern terjadi perubahan yang luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental seiring berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup dan sesekali diguyur dengan air. Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguna mental tersebut melalui artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.

Pada Tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the Menta Hygiene Movement. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.


Menurut teori psikoanalisa, setiap individu memiliki dorongan-dorongan atau keinginan yang bersembunyi dari kesadaran individual. Jika dorongan-dorogan ini tidak disalurkan, maka dapat menyebabkan gangguan kepribadian dan juga mengganggu kesehatan mental yang disebut psikoneurosis. Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang tidak disadari” (unconscious motivation) adalah kunci dari psikoanalisa. Menurut teori psikoanalisa, kepribadian yang sehat ialah:
1.      Jika Individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah
2.      Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar
3.      Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego
4.      Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya
5.      Dapt menyesuaikan keadaan dengan berbagai dorongan dan keinginan
Dalam aliran psikoanalisa ini dapat dibilang bahwa manusia adalah korban tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak. Aliran ini melihat dari sisi negatif individu, alam bawah sadar (id, ego, superego, mimpi dan masa lalu). Pandangan aliran ini hanya memberi kita sisi yang sakit atau kurang, ‘sisi yang pincang’ dari kodrat manusia karena hanya berpusat pada tingkah laku yang neurotis dan psikosis.

Aliran Behavioristik adalah aliran yang berpegang pada stimulus dan respons (S-R). Aliran ini beranggapan pikiran bukanlah bukan satu satunya subjek psikologi, dan perilaku adalah salah satu faktor kuat dalam psikis seseorang. Aliran psikologi menganggap manusia sebagai makhluk yang bersistem dan memilik respons sesuai kaidah-kaidah tertentu. Kepribadian sehat meurut aliran behaviorisme yaitu: memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya, bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman.

Aliran humanistik memberi tekanan pada kualitas-kualitas yang membedakan manusia dengan binatang, yaitu kebebasan untuk memilih, dan kemampuan untuk  mengarahkan perkembangannya sendiri. Banyak ahli menyebut teori tersebut sebagai self-theories karena teori-teori tersebut membahas pengalaman-pengalaman batin, pribadi, yang berpengaruh pada proses pendewasaan diri seseorang, dan pertumbuhan itu diarahkan pada aktualisasi diri. Kepribadian yang sehat menurut airan humanistik adalah:
1.      Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
2.      Lebih condong untuk mencoba hal baru dibandingkan dengan bertahan dengan cara yang aman
3.      Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman dibandingkan dengan suara tradisi atau otoritas
4.      Jujur; menghindari kepura-puraan dan sandiwara
5.      Siap menjadi orang yang tidak populer
6.      Bertanggung jawab
7.      Bekerja keras untuk apa saja yang ia inginkan
8.      Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya

Sumber:
http://azriazizah0.blogspot.com/2013/03/teori-kepribadian-sehat.html
 

Space Shuttle Template by Ipietoon Cute Blog Design