Apa itu
Sehat?
Menurut World Kesehatan
adalah suatu kondisi sejahtera jasmani, rohani, serta sosial ekonomi. Menurut
paham ilmu kedokteran, kesehatan mental merupakan suatu kondisi yang
memungkinkan perkembangan fisik, intelektual dan emosional yang optimal dari
seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan orang lain. Sedangkan
kesehatan mental menurut Dr. Jallaludin dalam bukunya “Psikologi Agama”,
kesehatan mental merupakan suatu kondisi batin yang senantiasa berada dalam
keadaan tenang, aman, dan tentram, dan upaya untuk menemukan ketenangan batin
dapat dilakukan antara lain melalui penyerahan diri secara resignasi
(penyerahan diri sepenuhnya kepada Tuhan). Dari beberapa definisi diatas, kita
dapat memahami bahwa orang yang memiliki ketentraman, kedamaian, selalu berada
dalam keadaan tenang dan aman adalah orang yang sehat secara mental, tidak
memiliki keluhan, dan tidak sakit.
Pada zaman prasejarah dahulu, ditemukan manusia purba sering mengalami
gangguan mental atau fisik seperti infeksi, astritis, dll. Namun belum ada teknologi
dan ilmu pengetahuan yang memadahi untuk mendiagnosa ataupun menyembuhkan
penyakit pada masa itu. Penjelasan alamiah tentang penyakit mental baru pertama
kali ditemukan pada zaman peradaban awal, yaitu oleh Phytagoras. Hypocrates dan
Plato juga turut menyumbangkan penjelasan alamiah untuk masanya. Hipocrates
beranggapan bahwa penyakit atau gangguan otak adalah penyebab dari penyakit
mental, sedangkan Plato beranggapan gangguan mental adalah sebagian dari
gangguan moral, gangguan fisik, dan dari dewa-dewa). Seiring perkembangan
zaman, pada zaman Renaissesus di beberapa negara Eropa, para tokoh keagamaan,
ilmu kedokteran, dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa sakit mental
berasal dari dunia takhayul.
Di era pra-ilmiah terjadi perpecahan kepercayaan mengenai gangguan
mental. Pada era ini masih ada beberapa yang percaya dengan adanya faktor
takhayul dalam seseorang yang memiliki gangguan mental, sedangkan beberapa
lainnya sudah tidak percaya dan lebih memilih untuk menjelaskan gangguan mental
dengan cara ilmiah, sehingga timbul dua kepercayaan mengenai gangguan mental;
kepercayaan Animisme, dan Naturalisme.
Animisme adalah faham bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh
roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan
mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk
menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan persta dengan mantra
dan kurban.
Sedangkan Naturalisme adalah faham yang berpendapat bahwa gangguan
mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh
roh, dewa, atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, jika anda
memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium
bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan
anda. Seorang dokter Prancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat
politik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia
terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya
dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah dirantai
selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa
jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang
berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau
merusak dirinya.
Pada Era Modern terjadi perubahan yang luar biasa dalam sikap dan cara
pengobatan gangguan mental seiring berkembangnya psikologi abnormal dan
psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813)
menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada
24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang gila atau sakit ingatan). Pada
waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan
penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup dan
sesekali diguyur dengan air. Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna
untuk memahami orang-orang yang menderita gangguna mental tersebut melalui
artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush mengadakan pengobatan kepada
pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan
mencari kesenangan.
Pada Tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul.
Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting
Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder
of the Menta Hygiene Movement. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas
dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat
manusiawi.
Menurut teori psikoanalisa, setiap individu memiliki dorongan-dorongan
atau keinginan yang bersembunyi dari kesadaran individual. Jika
dorongan-dorogan ini tidak disalurkan, maka dapat menyebabkan gangguan
kepribadian dan juga mengganggu kesehatan mental yang disebut psikoneurosis.
Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan
tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang
tidak disadari” (unconscious motivation) adalah kunci dari psikoanalisa.
Menurut teori psikoanalisa, kepribadian yang sehat ialah:
1.
Jika Individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah
2.
Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar
3.
Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id
dan ego
4.
Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya
5.
Dapt menyesuaikan keadaan dengan berbagai dorongan dan keinginan
Dalam aliran psikoanalisa ini dapat dibilang bahwa
manusia adalah korban tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak. Aliran ini
melihat dari sisi negatif individu, alam bawah sadar (id, ego, superego, mimpi
dan masa lalu). Pandangan aliran ini hanya memberi kita sisi yang sakit atau
kurang, ‘sisi yang pincang’ dari kodrat manusia karena hanya berpusat pada
tingkah laku yang neurotis dan psikosis.
Aliran Behavioristik adalah aliran yang berpegang
pada stimulus dan respons (S-R). Aliran ini beranggapan pikiran bukanlah bukan
satu satunya subjek psikologi, dan perilaku adalah salah satu faktor kuat dalam
psikis seseorang. Aliran psikologi menganggap manusia sebagai makhluk yang
bersistem dan memilik respons sesuai kaidah-kaidah tertentu. Kepribadian sehat
meurut aliran behaviorisme yaitu: memberikan respon terhadap faktor dari luar
seperti orang lain dan lingkungannya, bersifat sistematis dan bertindak dengan
dipengaruhi oleh pengalaman.
Aliran humanistik memberi tekanan pada
kualitas-kualitas yang membedakan manusia dengan binatang, yaitu kebebasan
untuk memilih, dan kemampuan untuk
mengarahkan perkembangannya sendiri. Banyak ahli menyebut teori tersebut
sebagai self-theories karena teori-teori tersebut membahas
pengalaman-pengalaman batin, pribadi, yang berpengaruh pada proses pendewasaan
diri seseorang, dan pertumbuhan itu diarahkan pada aktualisasi diri.
Kepribadian yang sehat menurut airan humanistik adalah:
1.
Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi
sepenuhnya.
2.
Lebih condong untuk mencoba hal baru dibandingkan dengan bertahan
dengan cara yang aman
3.
Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman
dibandingkan dengan suara tradisi atau otoritas
4.
Jujur; menghindari kepura-puraan dan sandiwara
5.
Siap menjadi orang yang tidak populer
6.
Bertanggung jawab
7.
Bekerja keras untuk apa saja yang ia inginkan
8.
Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk
menghentikannya
Sumber:
http://azriazizah0.blogspot.com/2013/03/teori-kepribadian-sehat.html
0 comments:
Posting Komentar