Selasa, 01 November 2016

#SIP 1 - Sistem Informasi Psikologi

Dalam mata kuliah Sistem Informasi Psikologi, terdapat 2 elemen esensial yaitu Sistem Informasi dan Psikologi. Sistem Informasi merupakan elemen yang seringkali dikaitkan dengan teknologi komputer, sedangkan Psikologi merupakan elemen yang berkaitan dengan manusia, termasuk proses berpikir dan proses mental. Pada tugas kali ini kita akan membahas mengenai pengertian dari masing masing elemen dan kaitannya.

Dalam Sistem Informasi itu sendiri hakikatnya terdiri dari dua kata yang memiliki artinya masing-masing. Pengertian Informasi menurut KBBI adalah penerangan, pemberitahuan; kabar atau berita tentang sesuatu, keseluruhan makna yang menunjang amanat yang terlihat dalam bagian-bagian amanat itu. L.Flondi mengemukakan bahwa informasi merupakan pesan, baik secara ucapan maupun ekspresi atau kumpulan pesan yang terdiri dari order sekuens (sederetan pernyataan yang berurutan) dari simbol, atau makna yang dapat ditafsirkan dari pesan atau kumpulan pesan. Informasi adalah data yang telah diberikan makna, dapat direkam atau ditransmisikan (diteruskan). Dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan data atau pesan atau simbol yang telah diberikan makna atau konteks sehingga memberikan penerangan yang bersifat memberitahu. Contoh dari informasi yang kita jumpai sehari-hari seperti iklan pada televisi maupun banner di jalan, rambu lalu lintas, maupun kisi-kisi ujian. Perbedaan informasi dan data terletak pada konteks dan penyajian, data merupakan informasi yang belum memiliki konteks atau belum disajikan sehingga belum bersifat pemberitahuan.

Dengan mengkaji pemahaman dari informasi, kita akan lebih mudah menelaah makna dari Sistem Informasi. Menurut dictionary.com sistem informasi adalah sistem komputer atau kumpulan dari komponen yang berkesinambungan untuk mengumpulkan, membuat, menyimpan, mengolah, dan mendistribusikan informasi, termasuk didalamnya perangkat keras dan perangkat lunak, pengguna sistem, dan data itu sendiri. Selanjutnya menurut Henry Lucas, sistem informasi merupakan suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, yang bilamana dijalankan akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan. Kemudian dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah kumpulan dari komponen yang jika dijalankan akan mengumpulkan, membuat, menyimpan, mengolah, dan mendistribusikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.

Komponen Sistem Informasi: 
1. komponen input
input merupakan data yang masuk ke dalam sistem informasi.

2. komponen model
kombinasi prosedur,logika,dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah di tentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. komponen output
output informasi yang  berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4. komponen teknologi
teknologi merupakan alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan untuk menerima innput, menjalankan model, minyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan output dan memantu pengendalian sistem.

5. komponen basis data
merupakan kumpulan data yang saling berhubungan yang tersimpan didlm komputer denganmenggunakan softwre database.

6. komponen kontrol
pengendalian yang dirancang untuk menanggulangi gagguan terhadapsistem informasi.

Arsitektur Komputer

Arsitektur komputer dapat diartikan sebagai gaya kontruksi dan organisasi dari komponen-komponen sistem komputer. Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer memiliki tingkatan dasar yaitu hardware level dan software level. Hardware sebagai tingkatan komputer yang paling bawah dan paling dasar sedangkan software tersebut berada di atas hardware, software menggunaka dan mengontrol hardware, sedangkan hardarwe ini mendukung software dengan memberikan atau menyediakan operasi yang diperlukan software.

Selanjutnya adalah Multilayerd Machine, tingkatan dasar arsitektur komputer yang kemudian dikembangkan dengan memandang sistem komputer keseluruhan sebagai “multilayered machine” yang terdiri dari beberapa layer software di atas beberapa layer hardware. Berikut tingkatan layer tersebut :
1. Physical Device Layer
Merupakan komponen elektrik dan elektronik yang sangat penting
2. Digital Logic Layer
Elemen yang menyimpan,memanipulasi, dan mentransmisi data dalam bentuk represeotasi biner sederhana.
3. Microprogrammed Layer
Menginterprestasikan instruksi bahasa mesin dari layer mesin dan secara langsung, sehingga elemen logika digital menjalankan operasi yang dikehendaki. 
4. Machine Layer
Adalah tingkatan dimana program dapat dituliskan dan memang hanya instruksi bahasa mesin yang dapat diinterprestasikan secara langsung oleh hardware.
5. Operating System Layer
Mengontrol cara yang dilakukan oleh semua software dalam menggunakan hardware yang mendasari (underlying) dan juga menyembunyikan kompleksitas hardware dari software lain dengan cara memberikan fasilitasnya sendiri yang memungkinkan software menggunakan hardware tersebut secara lebih mudah.
6. Higher Order Software Layer
Mencakup semua program dalam bahasa selain bahasa mesin yang memerlukan penerjemahan ke dalam kode mesin sebelum mereka dapat dijalankan. Ketika diterjemahkan program seperti itu akan mengandalkan pada fasilitas sistem operasi yang mendasari maupun instruksi-instruksi mesin mereka sendiri.
7. Applications Layer
Adalah bahasa komputer seperti yang dilihat oleh end-user

Struktur Kognisi Manusia

Istilah “Cognitive” berasal dari kata cognition artinya adalah pengertian, mengerti. Pengertian yang luasnya cognition (kognisi) adalah perolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan (Neisser, 1976). Dalam pekembangan selanjutnya, kemudian istilah kognitif ini menjadi populer sebagai salah satu wilayah psikologi manusia / satu konsep umum yang mencakup semua bentuk pengenalan yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan masalah pemahaman, memperhatikan, memberikan, menyangka, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, pertimbangan, membayangkan, memperkirakan, berpikir dan keyakinan. Termasuk kejiwaan yang berpusat di otak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan rasa.  Menurut para ahli jiwa aliran kognitifis, tingkah laku seseorang itu senantiasa didasarkan pada kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi.

Ada beberapa aspek yang mempengaruhi struktur kognitif, antara lain yaitu:
  1. Berdasarkan kedewasaan dan perkembangan individu
  2. Sifat belajar yang lebih bermakna dari pengalaman yang terintegrasi
  3. Ketepatan dalam mentransformasi informasi stimulus dan pengalaman melalui fungsi kognisinya.
Komponen Kogntif: Menurut Aries (2012), terdapat beberapa komponen kognitif yang terdiri dari seluruh kognisi yang dimiliki seseorang mengenai objek dan sikap tertentu, yaitu berupa fakta, pengetahuan, dan keyakinan tentang objek.

Pada dasarnya, proses berfikir manusia sama halnya seperti proses kerja komputer yang terdiri dari 3 tahap, yaitu :

Tahap 1 : memasukkan informasi (input) ditangkap lewat panca indera.

Tahap 2 : pemrosesan informasi (storage) melalui otak.

Tahap 3 : pengeluaran informasi yang telah diolah (output) berupa ide / perilaku.

Arsitektur komputer dan Struktur kognisi manusia memiliki kesamaan, yaitu tidak dapat berjalan sendiri  dalam menjalankan fungsinya, tetapi sebagai satu kesatuan. Dalam hal ini erat kaitannya dengan struktur masing-masing. Dimana struktur manusia adalah suatu unsur yang saling berhubungan antara satu sama yang lain yang saling berakomodir atau saling melengkapi antara fungsi-fungsi, skema. Seperti bagian otak yang mengakomodir unsur bagian -bagian tubuh manusia yg menjadikan suatu sistem yang kompleks. Sedangkan, Arsitektur komputer adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer. Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan sistem interkoneksinya).  Pada dasarnya proses kognitif manusia sama dengan komputer seperti yang sudah dijelaskan diatas yaitu terdiri dari input-proses-penyimpanan-output. Sama halnya dengan membuat atau menciptakan suatu arsitektur komputer yang baik tentunya dibutuhkan ide-ide yang berasal dari pemikiran orang yang struktur kognisinya baik pula. Untuk mendapatkan struktur kognisi yang baik juga dapat dipengaruhi oleh adaptasi yang dilakukan oleh manusia dari proses-proses yang ada dalam lingkungannya, seperti berkumpul dengan orang-orang yang sedang membuat arsitektur komputer,orang tersebut memperhatikan lalu dia mencobanya, terus mencoba sampai akhirnya mahir dalam membuat arsitektur komputer.



Sumber:
http://kbbi.web.id/informasi
http://www.kompasiana.com/dimasosd/pengertian-si-sistem-informasi_55291077f17e6126268b48b6
http://www.dictionary.com/browse/information-system?s=t
https://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_komputer
https://aeninisahnv.wordpress.com/2015/10/11/sip-arsitektur-komputer-dan-struktur-kognisi-manusia/

Jumat, 02 September 2016

Kelabu itu putih kehitam-hitaman atau hitam keputih-putihan?

Jika putih itu adalah cahaya, maka hitam adalah ketidak-hadiran cahaya. Lalu bagaimana dengan kelabu? Cahaya yang kurang? Atau terlalu banyak ketidak-hadiran cahaya?

Seperti manusia, jika kepribadiannya digambarkan dalam dua kutub, maka hadirlah introvert dan ekstrovert. Kemudian disederhanakan menjadi si pendiam dan si periang. Lalu bagaimana kami yang tidak pendiam namun tidak periang? atau kurang pendiam namun juga kurang periang? 

Maka kamilah manusia dinamis.

Selasa, 10 November 2015

Rindu Karya

Alangkah bahagianya ketika nama dikenal karna karya, bukan karna berita.

Anda-anda mungkin tidak akan menemukan sepeserpun karangan kata indah dalam blog saya. Telah terhitung lama saya tak menghasilkan karya, ya, sangat lama.

Saya buhkan ahli kata, pakar sastra, atau panglima bahasa, ya, saya bukan.

Saya mungkin hanya sejiwa manusia yang tidak pada hakekatnya, tidak tinggal dalam raganya, tidak mengenal identitasnya, siapa saya?

Saya hanya jiwa sebebas-bebasnya yang terpenjara dalam rupa daging yang sangat menikmati kedagingannya.

Lalu mengapa saya harus menceritai tentang saya? Dasar egois.


Kamis, 15 Oktober 2015

Etitka Menulis Artikel Online

Dengan berkembangnya teknologi, kini kegiatan menulis sudah tidak hanya melalui media kertas saja. Seperti misalnya mengirim surat kini dapat dilakukan dengan e-mail (electronic mail), pengirim surat kini tidak harus membeli perangko dan datang ke kantor pos, hanya bermodalkan ponsel atau komputer yang terkoneksi dengan internet, mengirim surat dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tidak hanya itu, buku harian (diary) yang sangat tren pada masanya kini sudah tidak diperlukan lagi. Kini, seseorang dapat bercerita dan mengemukakan pendapatnya melalui media sosial dan blog.

Mudahnya menulis di media online bukan berarti kita bebas sebebas-bebasnya untuk menulis apa saja. Dalam mengirim e-mail tentu kita sudah hafal sekali bahwa untuk menulis surat diperlukan struktur penulisannya. Namun, bebasnya menulis di media online seperti media sosial dan blog seharusya tidak membuat kita menulis sebebas-bebasnya. Mengapa? Karena dengan menulis di media sosial atau blog, sama saja kita mempublikasikan apa yang kita tulis, dimana orang lain yang tidak kita duga juga dapat membaca tulisan-tulisan kita di media online.

Maka dari itu, meskipun terasa begitu sepele, menulis online juga harus beretika, Secara etimologi, etika berasal dari kata ETHOS yang artinya watak. Menurut Prof. DR. Nina W. Syam, M.S etika sebagai ilmu sendiri menyelidiki tentang tingkah laku moral yang dapat didekati melalui 3 cara, yaitu:


1. ETIKA DESKRIPTIF

Merupakan cara melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas. Ia bersifat netral dan hanya memaparkan moralitas yang terdapat pada individu, kebudayaan, atau subkultur tertentu.

2. ETIKA NORMATIF

Mendasarkan pada norma, mempersoalkan apakah norma bisa diterima seseorang/masyarakat secara kritis, menyangkut apakah sesuatu itu benar/tidak. Terbagi 2, yaitu Umum dan Khusus
Umum : menekankan pada tema-tema umum seperti mengapa norma mengikat? Bagaimana hubungannya antara tanggung jawab dan kebebasan? Dll
Khusus: Upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip etika umum ke dalam perilaku manusia

3. METAETIKA
Menganalisis logika perbuatan dalam kaitannya baik atau buruk

Dibawah ini hal-hal penting yang tidak tertulis namun disepakati sebagai etika internet (netiket)

1. Mencantumkan Sumber

2. Meminta izin

3. Bebas Tetapi Tidak Melanggar Hak Orang Lain

dan sebagai tambahan, sebaiknya jangan menggunaka huruf judul kapital secara keseluruhan, huruf kapital sebaiknya dituliskan di awal kata saja, kecuali untuk menuliskan nama atau singkatan.


Yuk kita budayakan etika dalam menulis online, agar menulis tidak menjadi beban dan yang membaca juga nyaman.

Sumber:
http://techno.okezone.com/read/2011/06/25/327/472653/membudayakan-etika-dalam-menulis-blog
http://nusa.net.id/node/344
http://www.romelteamedia.com/2015/02/tips-menulis-online-jangan-gunakan-huruf-kapital.html

Rabu, 14 Januari 2015

Control Dalam Manajemen

Dalam sebuah sistem manajemen tentu membutuhkan adanya pengawasan (controlling) untuk tercapainya tujuan manajemen tersebut, definisi pengawasan itu sendiri adalah usaha sistematik menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar, menentukan dan mengukur deviasi-deviasi dan mengambil tindakan koreksi yang menjamin bahwa semua sumber daya yang dimiliki telah dipergunakan dengan efektif dan efisien (Robert J. Mockler)

Pengawasan itu sendiri memiliki 3 tahap, yaitu:

1. Pengawasan Pendahulu (steering controls)
Pengawasan bentuk ini dirancan untuk mengantisipasi penyimpangan. Pengawasan dilakukan sebelum sebuah kegiatan berlangsung

2. Pengawasan Concurrent (concurrent control)
Pengawasan dimana aspek dari sebuah prosedur harus memenuhi syarat, Pengawasan dilakukan pada pelaksanaan kegiatan

3. Pengawasan Umpan Balik (feedback control)
Pengawasan ini dilakukan untuk mengukur hasil dari suatu kegiatan, agar meminimalisir penyimpangan yang mungkin terjadi/tidak sesuai standar pada kegiatan berikutnya. Pengawasana ini dilakukan setelah kegiatan selesai dilaksanakan


Pengawasan memiliki beberapa tahap-tahap:

1. Tahap Penetapan Standar
Tujuannya adalah sebagai sasaran, kuota, dan target pelaksanaan kegiatan yang digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan. Bentuk standar yang umum yaitu:
a. standar fisik
b. standar moneter
c. standar waktu

2. Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat


Dalam suatu manajemen tentu memiliki struktur organisasi. Dalam setiap struktur memiliki fungsinya masing-masing, pengawasan atau pengendalian biasa dilakukan oleh bagian supervisor pada setiap bagian-bagian manajemen, namun juga dapat dilakukan oleh pihak luar manajemen yang disebut Auditor.

Tidak hanya dalam penelitian, pengawasan juga memiliki dua metode yakni metode non-kuantitatif dan metode kuantitatif. Dalam pengawasan non-kuantitatif tidak melibatkan angka-angka dan biasanya dilakukan untuk mengawasi prestasi organisasi secara keseluruhan. Teknik yang digunakan dalam metode non-kuantitatif adalah observasi (pengamatan), inspeksi teratur dan langsung, laporan lisan dan tertulis, evaluasi pelaksanaan, diskusi antar manajer dengan bawahan, dan Management by Exception yakni memperhatikan perbedaan yang signifikan antara rencana dan realisasi.

Sedangkan pengawasan kuantitatif melibatkan angka-angka untuk menilai suatu prestasi. Beberapa teknik yang dapat dipakai adalah anggaran, audit, analisis break-even, dan analisis rasio.

Pengawasan juga memiliki tujuan dalam pelaksanaannya, yaitu untuk menjadikan pelaksanaan dan hasil kegiatan sesuai dengan rencana dan tujuan dalam sebuah organisasi, memecahkan masalah yang terjadi, dan mengurangi resiko gagal dalam sebuah rencana manajemen. Selain itu juga untuk membuat perubahan atau perbaikan dan mengetahui kelemahan pelaksanaan suatu kegiatan.

Sumber
http://www.slideshare.net/UniSrikandi/proses-pengawasan-dalam-manajemen
 

Space Shuttle Template by Ipietoon Cute Blog Design