Selasa, 10 November 2015

Rindu Karya

Alangkah bahagianya ketika nama dikenal karna karya, bukan karna berita.

Anda-anda mungkin tidak akan menemukan sepeserpun karangan kata indah dalam blog saya. Telah terhitung lama saya tak menghasilkan karya, ya, sangat lama.

Saya buhkan ahli kata, pakar sastra, atau panglima bahasa, ya, saya bukan.

Saya mungkin hanya sejiwa manusia yang tidak pada hakekatnya, tidak tinggal dalam raganya, tidak mengenal identitasnya, siapa saya?

Saya hanya jiwa sebebas-bebasnya yang terpenjara dalam rupa daging yang sangat menikmati kedagingannya.

Lalu mengapa saya harus menceritai tentang saya? Dasar egois.


Kamis, 15 Oktober 2015

Etitka Menulis Artikel Online

Dengan berkembangnya teknologi, kini kegiatan menulis sudah tidak hanya melalui media kertas saja. Seperti misalnya mengirim surat kini dapat dilakukan dengan e-mail (electronic mail), pengirim surat kini tidak harus membeli perangko dan datang ke kantor pos, hanya bermodalkan ponsel atau komputer yang terkoneksi dengan internet, mengirim surat dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Tidak hanya itu, buku harian (diary) yang sangat tren pada masanya kini sudah tidak diperlukan lagi. Kini, seseorang dapat bercerita dan mengemukakan pendapatnya melalui media sosial dan blog.

Mudahnya menulis di media online bukan berarti kita bebas sebebas-bebasnya untuk menulis apa saja. Dalam mengirim e-mail tentu kita sudah hafal sekali bahwa untuk menulis surat diperlukan struktur penulisannya. Namun, bebasnya menulis di media online seperti media sosial dan blog seharusya tidak membuat kita menulis sebebas-bebasnya. Mengapa? Karena dengan menulis di media sosial atau blog, sama saja kita mempublikasikan apa yang kita tulis, dimana orang lain yang tidak kita duga juga dapat membaca tulisan-tulisan kita di media online.

Maka dari itu, meskipun terasa begitu sepele, menulis online juga harus beretika, Secara etimologi, etika berasal dari kata ETHOS yang artinya watak. Menurut Prof. DR. Nina W. Syam, M.S etika sebagai ilmu sendiri menyelidiki tentang tingkah laku moral yang dapat didekati melalui 3 cara, yaitu:


1. ETIKA DESKRIPTIF

Merupakan cara melukiskan tingkah laku moral dalam arti luas. Ia bersifat netral dan hanya memaparkan moralitas yang terdapat pada individu, kebudayaan, atau subkultur tertentu.

2. ETIKA NORMATIF

Mendasarkan pada norma, mempersoalkan apakah norma bisa diterima seseorang/masyarakat secara kritis, menyangkut apakah sesuatu itu benar/tidak. Terbagi 2, yaitu Umum dan Khusus
Umum : menekankan pada tema-tema umum seperti mengapa norma mengikat? Bagaimana hubungannya antara tanggung jawab dan kebebasan? Dll
Khusus: Upaya untuk menerapkan prinsip-prinsip etika umum ke dalam perilaku manusia

3. METAETIKA
Menganalisis logika perbuatan dalam kaitannya baik atau buruk

Dibawah ini hal-hal penting yang tidak tertulis namun disepakati sebagai etika internet (netiket)

1. Mencantumkan Sumber

2. Meminta izin

3. Bebas Tetapi Tidak Melanggar Hak Orang Lain

dan sebagai tambahan, sebaiknya jangan menggunaka huruf judul kapital secara keseluruhan, huruf kapital sebaiknya dituliskan di awal kata saja, kecuali untuk menuliskan nama atau singkatan.


Yuk kita budayakan etika dalam menulis online, agar menulis tidak menjadi beban dan yang membaca juga nyaman.

Sumber:
http://techno.okezone.com/read/2011/06/25/327/472653/membudayakan-etika-dalam-menulis-blog
http://nusa.net.id/node/344
http://www.romelteamedia.com/2015/02/tips-menulis-online-jangan-gunakan-huruf-kapital.html

Rabu, 14 Januari 2015

Control Dalam Manajemen

Dalam sebuah sistem manajemen tentu membutuhkan adanya pengawasan (controlling) untuk tercapainya tujuan manajemen tersebut, definisi pengawasan itu sendiri adalah usaha sistematik menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar, menentukan dan mengukur deviasi-deviasi dan mengambil tindakan koreksi yang menjamin bahwa semua sumber daya yang dimiliki telah dipergunakan dengan efektif dan efisien (Robert J. Mockler)

Pengawasan itu sendiri memiliki 3 tahap, yaitu:

1. Pengawasan Pendahulu (steering controls)
Pengawasan bentuk ini dirancan untuk mengantisipasi penyimpangan. Pengawasan dilakukan sebelum sebuah kegiatan berlangsung

2. Pengawasan Concurrent (concurrent control)
Pengawasan dimana aspek dari sebuah prosedur harus memenuhi syarat, Pengawasan dilakukan pada pelaksanaan kegiatan

3. Pengawasan Umpan Balik (feedback control)
Pengawasan ini dilakukan untuk mengukur hasil dari suatu kegiatan, agar meminimalisir penyimpangan yang mungkin terjadi/tidak sesuai standar pada kegiatan berikutnya. Pengawasana ini dilakukan setelah kegiatan selesai dilaksanakan


Pengawasan memiliki beberapa tahap-tahap:

1. Tahap Penetapan Standar
Tujuannya adalah sebagai sasaran, kuota, dan target pelaksanaan kegiatan yang digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan. Bentuk standar yang umum yaitu:
a. standar fisik
b. standar moneter
c. standar waktu

2. Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat


Dalam suatu manajemen tentu memiliki struktur organisasi. Dalam setiap struktur memiliki fungsinya masing-masing, pengawasan atau pengendalian biasa dilakukan oleh bagian supervisor pada setiap bagian-bagian manajemen, namun juga dapat dilakukan oleh pihak luar manajemen yang disebut Auditor.

Tidak hanya dalam penelitian, pengawasan juga memiliki dua metode yakni metode non-kuantitatif dan metode kuantitatif. Dalam pengawasan non-kuantitatif tidak melibatkan angka-angka dan biasanya dilakukan untuk mengawasi prestasi organisasi secara keseluruhan. Teknik yang digunakan dalam metode non-kuantitatif adalah observasi (pengamatan), inspeksi teratur dan langsung, laporan lisan dan tertulis, evaluasi pelaksanaan, diskusi antar manajer dengan bawahan, dan Management by Exception yakni memperhatikan perbedaan yang signifikan antara rencana dan realisasi.

Sedangkan pengawasan kuantitatif melibatkan angka-angka untuk menilai suatu prestasi. Beberapa teknik yang dapat dipakai adalah anggaran, audit, analisis break-even, dan analisis rasio.

Pengawasan juga memiliki tujuan dalam pelaksanaannya, yaitu untuk menjadikan pelaksanaan dan hasil kegiatan sesuai dengan rencana dan tujuan dalam sebuah organisasi, memecahkan masalah yang terjadi, dan mengurangi resiko gagal dalam sebuah rencana manajemen. Selain itu juga untuk membuat perubahan atau perbaikan dan mengetahui kelemahan pelaksanaan suatu kegiatan.

Sumber
http://www.slideshare.net/UniSrikandi/proses-pengawasan-dalam-manajemen
 

Space Shuttle Template by Ipietoon Cute Blog Design