Nama: Natasha Dewi R
NPM: 15512253
Kelas: 3PA08
Mata Kuliah: Psikologi Manajemen
PT. KAI
Sejarah PT. KAI
Dimulai dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan Kereta Api di desa Kemijen pada Jum'at 17 Juni 1864 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr L.A.J Baron Sloet van de Beele. Pembangunan diprakasai oleh Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschapij (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J. P. de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm, Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867.
Sampai dengan tahun 1939, panjang jalan KA di Indonesia mencapai 6.811 Km. Tetapi pada, pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 Km, kurang lebih 901 Km raib, yang diperlukan karena dibongkar semasa pendudukan Jepang dan diangkut ke Burma untuk pembangunan jalan KA di sana.
Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamir-kan pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan KA yang tergabung dalam Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasa-an perkeretaapian dari pihak Jepang. Pembacaan pernyataan sikap oleh Ismanggil dan sejumlah anggota AMKA lainya, menegaskan bahwa dimulai tanggal 28 September 1945 kekuasaan perkerataapian berada di tangan bangsa Indonesia. Orang Jepang tidak diperbolehkan campur tangan lagi urusan perkeretaapian di Indonesia.
Visi dan Misi PT. KAI
Visi: menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik yang fokus pada pelayanan pelanggaran dan memenuhi harapan stakeholders.
Misi: menyelenggarakan bisnis perkeretaapian dan bisnis usaha penunjangnya, melalui praktek bisnis dan model organisasi terbaik untuk memberikan nilai tambah yang tinggi bagi stakeholders dan kelestarian lingkungan berdasarkan 4 pilar utama: Keselamatan, Ketepatan waktu, Pelayanan, dan Kenyamanan
Komisaris
Sebagai BUMN PT. Kereta Api Indonesia (Persero) berpedoman pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), termasuk penetapan Rencana Kerja Anggaran Tahunan juga ditetapkan dan diputuskan melalu RUPS yang unsurnya terdiri dari:
Pemegang Saham:
Deputi Bidang Usaha Logistik dan Pariwisata
Pendamping Kuasa Pemegang Saham:
Asisten Deputi Urusan Usaha Sarana Angkutan dan Pariwisata
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama:
Iman Haryatna
Anggota Komisaris:
Umiyatun Hayati Triastuti
Abi Kusno
Ashwin Sasongko
Muchtar Arifin
Leon Muhammad
Hambra
Direksi
Presiden Director:
Ignasius Johan
Managing Director of Commerce:
Bambang Eko Martono
Managing Director of Operation:
A. Herianto
Managing Director of Infrastructure:
Slamet Suseno Priyanto
Managing Director of Rolling Stock:
Rono Pradipto
Managing Director of Safety and Security:
Joko Margono
Managing Director of Human Capital, General Affair, and Information Technology:
M. Kuncoro Wibowo
Managing Director of Logistic and Development:
Candra Purnama
Managing Director of Land and Building Assets:
Edi Sukmoro
Managing Director of Finance:
Kurniadi Atmosasmito
Pengusahaan Aset
Unit Pengusahaan Aset di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) merupakan satu unit yang berada di bawah Direktorat Komersial. Unit ini dibentuk untuk menyelamatkan aset tersebut sebagai pemasukan non core perusahaan, Unit Pengusahaan Aset di PT. KAI terbagi dalam dua unit kerja, yaitu Aset Railway (CA) dan Aset Non-Railway (CN)
Aset Railway (CA)
mencakup pemilahan dan pengelompokan pengusahaan aset di stasiun-stasiun, di sepanjang jalur KA yang masih aktif atau Right of Way (ROW) dan sarana untuk persewaan Kerja Sama Operasi (KSO), periklanan, dan website serta melakukan perencanaan, penataan, dan pengembangan kawasan stasiun. Contohnya restoran, galeri ATM, dan usaha bisnis lainnya.
Aset Non-Railway (CN)
mencakup pengusahaan aset-aset rumah dinas, lahan diluar stasiun dan di luar ROW, serta sepanjang jalur KA non aktif untuk persewaan, iklan, dan KSO, dan pengembangan bisnis aset non railwat. Contohnya persewaan rumah dinas, persewaan gedung/bangunan. tanah/lahan, space iklan, lahan untuk tower, dan lahan untuk pemasangan pipa
Keuangan
Laba bersih perusahaan mencapai 425 milyar rupiah
Volume angkutan penumpang mencapai 203 juta orang
Volume angkutan barang mencapai 22 juta ton
Aset perusahaan mencapai 8.961 milyar
Analisis:
Strength (kekuatan/kelebihan):
PT. KAI adalah satu satunya perusahaan kereta api di Indonesia, sehingga tidak ada persaingan dalam pemasaran jasa kereta api. PT. KAI juga sudah hadir lama di Indonesia, tidak dipertanyakan lagi profesionalitasnya dalam menyediakan jasa, Perusahaan ini sudah pasti mengenal bagaimana mengelola kereta api dalam budaya masyarakat, juga dalam segi geografi Indonesia. Jasa yang ditawarkan pun sudah dipercaya oleh masyarakat luas, terutama masyarakat ibukota dengan kondisi lalu lintas yang padat, hal ini membuat kereta api menjadi salah satu sarana transportasi yang cepat dan hemat.
Weakness (kekurangan/kelebihan)
Banyaknya peminat kereta api membuat perusahaan ini seringkali kewalahan. Banyak pengguna jasa yang terkadang merasa kecewa dengan pelayanan kereta dari PT. KAI, seperti kurangnya kuota kereta pada jalur tertentu, atau fasilitas dalam kereta yang kurang memadahi. Beberapa juga mengeluh tentang lambannya pemesanan atau pengembalian tiket terutama dalam masa masa liburan dan hari besar, Kurangnya sdm yang memadahi membuat masyarakat kecewa dengan pelayanan kereta api satu satunya di Indonesia ini.
Oppurtunity (Kesempatan)
Sebagai satu-satunya perusahaan kereta api di Indonesia, tentu banyak kesempatan dalam operasionalnya. Ruang gerak perusahaan ini cukup luas karena tidak adanya pesaing dalam menyediakan jasa kereta api. adanya strategi pengusahaan aset memungkinkan perusahaan mendapat lebih banyak penghasilan diluar dari penghasilan penjualan tiket. Hal ini dapat membuka kesematan untuk menambah fasilitas pada pelayanan tanpa harus meninggikan harga jual tiket kereta api.
Threat (Ancaman)
Sebagai perusahaan jasa transportasi, ancaman terbesar adalah kecelakaan kereta dan berkurangnya kepercayaan masyarakat. Tidak adanya perusahaan pesain juga dapat memperlamban inovasi karena tidak ada hal yang memacu inovasi itu sendiri selain dari permintaan dan kebutuhan masyarakat. Teknologi kini semakin maju dan semakin banyak inovasi dalam pembuatan transportasi baru, ini juga akan menjadi hal yang mengancam. Mulai adanya transportasi yang lebih cepat mungkin akan memalingkan perhatian masyarakat tetrhadap kereta api.
Sumber:
www.kereta-api.co.id/
booklet Company Profile KAI 2012, link download www.kereta-api.co.id/.../company_profil...
Senin, 29 September 2014
Langganan:
Postingan (Atom)