Dalam sebuah sistem manajemen tentu membutuhkan adanya pengawasan (controlling) untuk tercapainya tujuan manajemen tersebut, definisi pengawasan itu sendiri adalah usaha sistematik menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar, menentukan dan mengukur deviasi-deviasi dan mengambil tindakan koreksi yang menjamin bahwa semua sumber daya yang dimiliki telah dipergunakan dengan efektif dan efisien (Robert J. Mockler)
Pengawasan itu sendiri memiliki 3 tahap, yaitu:
1. Pengawasan Pendahulu (steering controls)
Pengawasan bentuk ini dirancan untuk mengantisipasi penyimpangan. Pengawasan dilakukan sebelum sebuah kegiatan berlangsung
2. Pengawasan Concurrent (concurrent control)
Pengawasan dimana aspek dari sebuah prosedur harus memenuhi syarat, Pengawasan dilakukan pada pelaksanaan kegiatan
3. Pengawasan Umpan Balik (feedback control)
Pengawasan ini dilakukan untuk mengukur hasil dari suatu kegiatan, agar meminimalisir penyimpangan yang mungkin terjadi/tidak sesuai standar pada kegiatan berikutnya. Pengawasana ini dilakukan setelah kegiatan selesai dilaksanakan
Pengawasan memiliki beberapa tahap-tahap:
1. Tahap Penetapan Standar
Tujuannya adalah sebagai sasaran, kuota, dan target pelaksanaan kegiatan yang digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan. Bentuk standar yang umum yaitu:
a. standar fisik
b. standar moneter
c. standar waktu
2. Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan
Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat
Dalam suatu manajemen tentu memiliki struktur organisasi. Dalam setiap struktur memiliki fungsinya masing-masing, pengawasan atau pengendalian biasa dilakukan oleh bagian supervisor pada setiap bagian-bagian manajemen, namun juga dapat dilakukan oleh pihak luar manajemen yang disebut Auditor.
Tidak hanya dalam penelitian, pengawasan juga memiliki dua metode yakni metode non-kuantitatif dan metode kuantitatif. Dalam pengawasan non-kuantitatif tidak melibatkan angka-angka dan biasanya dilakukan untuk mengawasi prestasi organisasi secara keseluruhan. Teknik yang digunakan dalam metode non-kuantitatif adalah observasi (pengamatan), inspeksi teratur dan langsung, laporan lisan dan tertulis, evaluasi pelaksanaan, diskusi antar manajer dengan bawahan, dan Management by Exception yakni memperhatikan perbedaan yang signifikan antara rencana dan realisasi.
Sedangkan pengawasan kuantitatif melibatkan angka-angka untuk menilai suatu prestasi. Beberapa teknik yang dapat dipakai adalah anggaran, audit, analisis break-even, dan analisis rasio.
Pengawasan juga memiliki tujuan dalam pelaksanaannya, yaitu untuk menjadikan pelaksanaan dan hasil kegiatan sesuai dengan rencana dan tujuan dalam sebuah organisasi, memecahkan masalah yang terjadi, dan mengurangi resiko gagal dalam sebuah rencana manajemen. Selain itu juga untuk membuat perubahan atau perbaikan dan mengetahui kelemahan pelaksanaan suatu kegiatan.
Sumber
http://www.slideshare.net/UniSrikandi/proses-pengawasan-dalam-manajemen
Rabu, 14 Januari 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 comments:
Posting Komentar